Daya kritis melalui tulisan perlu diasah sejak usia dini, sehingga pelajar memiliki kepekaan terhadap lingkungannya. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Rembang, Mukhamad Hanies Cholil Barro’ saat membuka program Kelas Jurnalistik sesi perdana di SMP N 3 Pamotan, hari Rabu (26/1).

Gus Hanies mengatakan menilai Kelas Jurnalistik yang diprakarsai oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang merupakan momentum sangat baik untuk menambah pengetahuan siswa. Ia mendorong agar siswa juga menularkan ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan lainnya.

“Ibaratnya nyaur utang, setelah 2 tahun pembelajaran jarak jauh. Saya mau adik-adik memanfaatkan betul momentum ini. Jangan ngegame terus, sesekali nulis gawe narasi sing apik dan mudah dipahami. Karena ini peserta perwakilan, mohon nanti ditularkan ke temen-temennya, “ imbuh Gus Hanies.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Rembang, Musyafa Musa mengungkapkan Kelas Jurnalistik diadakan, guna menggairahkan semangat menulis, di tengah-tengah gempuran pengaruh gadget dan media sosial.

“Kelihatannya menulis mudah, tapi kalau tidak dibekali dengan teknik yang memadai, akan terasa sulit untuk mengawali. Dulu saya hari pertama nulis, membuat kalimat awal saja sampai mikir setengah jam, itu karena memang belum paham ilmunya,“ Katanya.

Selain itu dilaksanakannya Kelas Jurnalistik menurut Musyafa sebagai andil dari PWI, untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pasalnya, dengan adanya kelas jurnalistik kelak pelajar tidak harus jadi wartawan. Tetapi minimal pihaknya ingin pelajar lihai menulis, untuk mengenalkan dan mempromosikan aktivitas di sekolah mereka, agar bisa menginspirasi banyak orang.

Musyafa menimpali Kelas Jurnalistik akan keliling ke 14 kecamatan, dengan sasaran utama sekolah-sekolah di daerah pinggiran, yang kurang mendapatkan akses kegiatan semacam ini. Setelah dari SMP N 3 Pamotan, dijadwalkan bergeser ke SMK Hidayatul Muslimin di perbukitan Desa Kumbo Kecamatan Sedan, 8 Februari mendatang.

Kepala SMP Negeri 3 Pamotan, Ngadiyono menjelaskan saat ditawari oleh PWI untuk menjadi tuan rumah Kelas Jurnalistik, pihaknya langsung menerima. Karena kegiatan tersebut tidak sekedar untuk mengenalkan teknik-teknik dasar menulis, tetapi juga dipadukan dengan peran SMP Negeri 3 Pamotan yang masuk nominasi sebagai sekolah penggerak. Harapannya bisa membentuk profile pelajar Pancasila, yang mahir menulis dan terus mengembangkan budaya literasi.

Suasana Kelas Jurnalistik yang berlangsung selama 2 jam, disambut antusias 30 an siswa SMP N 3 Pamotan. Mereka sangat aktif bertanya kepada 2 pemateri Ilyas Al Musthofa wartawan koran Suara Merdeka dan Arif Syaefudin wartawan detik.com.(Masudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Pelaku Pencabulan Jalanan Babak Belur Dihajar Warga

Warga geram dengan ulah seorang pemuda asal Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Dia…

Daftar Kejadian Bencana Alam di Kabupaten Rembang 2021

Sepanjang 2021 terjadi beberapa bencana alam yang menyambangi sejumlah wilayah di Rembang.…

Tidak Ada Tanda Kekerasan Pada Tahanan Asal Jakarta Yang Meninggal di Rutan Rembang

Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rembang menegaskan tidak ada tanda kekerasan…

Truk Rem Blong di Turunan Lampu Merah di Balikpapan Ternyata Pernah Terjadi di Rembang

Masih dijumpai truk bersumbu besar melintas angkutan barang melintas di jalan dalam…