Forum Mahasiswa Rembang Semarang (FORSA) bekerja sama dengan Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pengabdian masyarakat berbasis learning by doing. Masyarakat tidak hanya memberikan sosialisasi, masyarakat juga diberi pelatihan dalam mengolah produk ekonomi kreatif berbahan dasar tanaman mangrove.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk program desa mitra yang dilaksanakan di Desa Dasun Kecamatan Lasem belum lama ini. Dalam kegiatan itu juga melibatkan karang taruna dan ibu-ibu PKK Desa setempat.

Ketua pelaksana kegiatan program desa mitra, Bahrul Ulum Habiba menyampaikan Ide kegiatan tersebut berawal dari permasalahan dimana belum maksimalnya pemanfaatan tanaman mangrove. Sasaran yang dituju adalah ibu PKK dan karang taruna Desa Dasun yang diberi pelatihan mengolah tanaman mangrove menjadi panganan berupa stik.

“Alasan memilih tanaman mangrove karena belum banyak masyarakat yang memanfaatkan mangrove khususnya di Desa Dasun. Karena selama ini masyarakat hanya memanfaatkan daun mangrove sebagai pakan ternak,” kata dia.

Secara garis besar, lanjut dia, pelaksanaan kegiatan dibagi kedalam tiga tahap, yang pertama yaitu pemaparan dan diskusi, pengolahan mangrove, dan pengemasan produk. Ibu PKK selama pelaksanaan kegiatan sangat antusias menyambut kegiatan yang diberikan.

“Kami berpikir bagaimana mengolah daun mangrove menjadi produk olahan kreatif yang memiliki banyak manfaat bagi Kesehatan. Apalagi tanaman mangrove hidup melimpah dan tumbuh dengan baik di Desa Dasun,” bebernya.

Diharapkan dengan adanya pengolahan produk kreatif berupa stik mangrove ini dapat menjadi salah satu oleh-oleh khas Desa Dasun sebagai desa wisata bahari. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya tanaman mangrove bagi kehidupan manusia dan memiliki banyak manfaat.

“Mangrove yang digunakan itu tidak mangrove sembarangan. Karena ada beberapa jenis mangrove yang daunnya pahit. Kebetulan yang ada di Desa Dasun itu Ketika diolah rasanya malah enak, tidak pahit tapi malah enak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dasun Sujarwo menyambut baik dengan inovasi yang diberikan oleh anak-anak FORSA dan Tim II KKN Undip. Apalagi kegiatan tersebut tidak hanya menyasar ibu-ibu saja tetapi juga anak muda Desa setempat.

“Khususnya untuk sasarannya juga tidak melulu ibu-ibu saja tapi juga generasi muda. Hal itu akan menggugah para anak muda. Sehingga saya berharap teruslah berjuang, teruslah berkarya, teruslah berinovasi untuk bisa lebih baik dan bermanfaat di masyarakat,” pungkasnya.(Dari Lasem Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…