Dari Tak Layak Huni, Rumah Mbah Pirmiyatun Kini Ditata Mewah

PAMOTAN – Seorang Lanjut Usia (Lansia) terlantar di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, yang bernama Pirmiyatun menyita perhatian dari Pemerintah. Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras UPT Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan sejumlah bantuan kepada Nenek berusia 90 tahun itu.

Bantuan yang diberikan ini dalam bentuk renovasi rumah, karena rumah yang dihuni Mbah Pirmiyatun itu sebelumnya tidak layak huni. Kemudian bantuan sembako, alat bantu jalan hingga properti di dalam rumah seperti kasur, meja, kursi, televisi, kompor, kipas angin, gorden, lemari dan karpet hingga closet duduk.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo saat ditemui di kantornya, Kamis (23/11) mengatakan mbah Pirmyiatun ini lansia terlantar sebatang kara. Kondisi rumahnya juga tidak layak huni dari gedhek atau anyaman bambu dan berada di atas tanah negara.

Pihaknya bersyukur kondisi Mbah Pirmiyatun mendapat perhatian dari Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini yang menugaskan Tagana dan Sentra Margo Laras UPT Kemensos Pati bersamanya terjun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi Pirmiatun. Selanjutnya digelar rapat bersama Pemerintah Desa, Kecamatan, Polsek , Koramil dan tokoh masyarakat setempat serta pendamping PKH membahas bantuan untuk Pirmiatun.

“Karena status tanah dimana rumah mbah Pirmiatun berdiri ini tanah negara maka istilah bantuannya dari kementerian adalah hibah untuk perbaikan rumah. Ini sudah terlaksana dengan bantuan, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga desa secara gotong royong.” jelasnya.

Perbaikan rumah sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan perabotan di dalam rumah.

Wahyu pekerja sosial dari Sentra Margo Laras UPT Kemensos Pati menambahkan sebenarnya Mbah Pirmiatun diberi pilihan salah satunya pindah ke tanah bengkok desa, sehingga bisa dibangunkan rumah baru. Namun yang bersangkutan tetap ingin tinggal di lokasi semula.

“Sehingga kita membuat surat perjanjian yang berkaitan status hak guna tanah yang ditinggali mbah Pirmiatun. Tanah itu akan ditempati mbah Pirmiatun meninggal, setelah beliau meninggal maka tanah itu akan kembali dikelola oleh desa, supaya tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujarnya.

Wahyu berharap Mbah Pirmiatun bisa nyaman di sisa hidupnya. Menikmati hari tua dengan tinggal di rumah yang layak.

Disebutkannya, anggaran bantuan renovasi rumah melalui Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) menggunakan dana hibah sebesar Rp. 29 juta. Kemudian untuk isi hunian ini kurang lebih Rp 10 juta. Sedangkan atensi dan alat bantu jalan sekitar Rp. 1,3 juta.(Rendy/Msd/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *