REMBANG – Seiring berkembangnya zaman, hampir semua dari kita mengalami kecanduan gadget baik usia dewasa atau anak-anak, yang kemudian berdampak pada kesehatan.

Dampak buruk kecanduan gadget pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembangnya. Apalagi pada usia 0-5 tahun merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Pada masa ini, seluruh aspek kecerdasan seperti kecerdasan emosi, intelektual, dan spiritual mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Hal ini tentunya akan memberikan hasil luar biasa jika distimulasi dengan baik oleh orang tua. Namun, jika periode emas anak hanya dihabiskan dengan bermain gawai, struktur otak anak bisa terganggu.

Seperti yang disampaikan oleh dokter Rahmatika yang merupakan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi rumah sakit umum daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang. Saat dialog yang disiarkan langsung oleh Radio Citra Bahari FM ia mengatakan kecanduan Gadget salah satu dampak buruk pada anak adalah menurunnya perkembangan otak.

Kemudian jika usia anak sudah lebih besar, usia 2 sampai 5 tahun maka penggunaan gadget tidak lebih dari satu jam perhari. Selebihnya anak seharusnya anak belajar di luar rumah atau bermain dengan anak sebayanya. Kalau diatas 5 tahun mungkin bisa lebih lama tetapi dengan pengawasan tentunya seperlunya saja.

“Tidak boleh anak itu dibiarkan sendiri bermain HP atau televisi, tapi harus pendampingan. Kalau kita mau mengenalkan digital media. Pastikan yang ditonton itu program yang edukatif, tidak mengandung unsur kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut dokter Rahmatika menyebut dampak jika anak terpapar gedget berlebihan. Yang petama dampak perkembangan otak anak. Jadi otak anak berkembang paling pesat dalam usia sejak dalam perut ibu sampai dengan usia 2 tahun 80 persen otak anak sama dengan otak orang dewasa.

Ketika anak menyentuh usia 5 tahun, otak anak itu volumenya hampir 90 persen seperti otak orang dewasa. Nah jika anak pada masa usia perkembangan ini terpapar gadget terlalu lama akan mengakibatkan anak kehilangan kontrol diri. Anak cenderung kecanduan, jadi anak akan bingung ketika tanpa gadget, dengan ciri gelisah, mudah marah, dan mengalami gangguan tidur.

Jadi kualitas tidur anak yang terpapar gadget tidak sebagus jika anak tidak terpapar gadget. Bukan hanya pada anak, orang dewasa juga akan cenderung demikian. Sebaiknya satu jam sebelum tidur kita harus jauh-jauh dari gadget.

“Belum lagi dampak gadget dapat mengganggu mata, anak kurang gerak, jarang terkena sinar matahari karena anak lebih suka duduk di dalam rumah, jarang gerak, dan rawan obesitas,” pungkasnya. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Rembang akan jadi Tuan Rumah Jambore Relawan Nasional 2022

REMBANG – Pada tanggal 5 sampai dengan 7 Oktober 2022 Kabupaten Rembang…

Kepala Dinsos PPKB Subhan Tutup Usia

REMBANG – Kabar duka datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Pasalnya, Kepala…

Pilkades lancar, 16 incumbent terpilih kembali

  REMBANG – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Rembang, yang…

Partisipasi Pemilih pada pilkades serentak cukup tinggi

REMBANG – Partisipasi pemilih pada pemilihan kepala desa (Pilkades) di 42 desa…