REMBANG – Proses ibadah haji yang lancar perlu didukung kesehatan tubuh yang baik. Suhu udara panas antara 45-50 derajat Celsius di Mekah dan Madinah pasti sangat berpengaruh kepada kesehatan jemaah calon haji.

Oleh karena itu, kesehatan mereka sebaiknya sudah harus dijaga sebelum keberangkatan, saat di Tanah Suci, dan saat kembali ke Indonesia.

Hal tersebut dismpaikan oleh dr Ferza Yuniza dari Puskesmas Pamotan saat memberikan bimbingan jamaah haji baru-baru ini. Menurutnya, Ada kelompok penyakit yang rentan diderita jemaah haji, yaitu penyakit yang sudah dibawa dari Indonesia dan penyakit yang diderita saat berada di Tanah Suci.

Salah satu contohnya ialah Hipertensi ini masuk daftar penyakit dibawa sejak masih di tanah air atau dapat diderita calon haji saat perjalanan menuju tanah suci. Faktor pemicunya bisa beragam, antara lain kelelahan dan kurang istirahat.

Selain itu serangan jantung masuk dalam daftar yang harus diketahui oleh para calon jamaah. Mengurangi aktifitas yang berlebih merupakan cara terbaik yang disarankan oleh dokter.

“MERS-CoV, Heatstroke karena cuaca panas yang ekstrem dan berbeda suhunya dengan Indonesia dapat berisiko menimbulkan heatstroke. Heatstroke adalah kondisi di mana darah tidak dapat mengalir sampai ke kepala lantaran tubuh tak mampu menoleransi paparan suhu panas dari sengatan matahari. Heatstroke pada lansia sangat berisiko tinggi dan apabila tidak ditangani dengan cepat akan menimbulkan kematian,” jelasnya saat menyampaikan paparan.

Selain itu ada lagi penyakit kolera, serta Gangguan saluran pernapasan gangguan pernapasan akan sering terjadi karena faktor udara dan banyaknya orang yang menjalankan ibadah haji membuat penularan kuman akan mudah terjadi. Masalah saluran pernapasan yang sering terjadi adalah asma, bronkitis, dan pneumonia.

Untuk itu pemerintah menyarankan sejumlah hal agar tidak terjangkit penyakit tersebut. Menyiapkan obat rutin yang biasa digunakan selama berada di Tanah Air. Rutin menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah buang air besar, dan setelah menggunakan sanitasi umum.

Untuk menghindari heatstroke, lindungi diri dari sengatan langsung sinar matahari dengan cara menggunakan spray air, memakai payung, atau topi. Dan rutin mengkonsumsi air putih sebanyak mungkin agar terhindar dari dehidrasi. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…