Bupati Rembang, Abdul Hafidz, hari Kamis (7/4) menyampaikan Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati akhir tahun 2021. Penyampaian tersebut dilaksanakan dalam rapat paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Bupati mengatakan pelaksanaan pembangunan tahun 2021 sebagai langkah nyata pemerintah daerah telah dirumuskan secara terpadu dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD Kabupaten Rembang Tahun 2021. RKPD diarahkan untuk lebih memantapkan pembangunan daerah secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pada percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang oleh optimalisasi potensi unggulan daerah.

Selain itu target, prioritas dan sasaran pembangunan kabupaten  tahun 2021 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2016-2021,” imbuhnya.

Bupati menjelaskan pembangunan pada tahapan ini diarahkan untuk memulihkan perekonomian daerah dan kehidupan sosial dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Selain itu pandemi covid-19 yang masih terjadi di tahun 2021 tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rembang dengan menggalakkan program vaksinasi dan gerakan 5M.

Bupati mengungkapkan di tahun 2021 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau Silpa adalah sebesar Rp 148.694.928.215,56.

Realisasi pendapatan tahun 2021 (unaudited) terhadap target di tahun 2021 mencapai 102,35%, hal tersebut dapat dilihat dari target dan realisasi pendapatan Pemerintahan Kabupaten Rembang pada tahun Anggaran 2021 sebagaimana yang tertuang dalam APBD direncanakan sebesar Rp 1.849.139.755.254,62 terealisasi sebesar Rp. 1.892.657.491.765,46. Realisasi belanja daerah tahun 2021 terhadap rencana tahun 2021 sebesar 94,49 %, dimana di tahun 2021 direncanakan sebesar Rp. 1.907.473.943.742,72 dengan realisasi belanja sebesar Rp. 1.802.417.454.491,00. Penerimaan Pembiayaan daerah ditargetkan sebesar Rp. 115.204.478.620,10. Dengan realisasi sebesar Rp. 75.734.487.673,10 serta Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp. 56.870.290.132,00 dengan realisasi Rp. 17.279.596.732,00.” terangnya.

Bupati menuturkan hasil realisasi APBD tersebut belum merupakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), sedangkan realisasi anggaran APBD Kabupaten Rembang Tahun 2021 yang akan diaudit oleh BPK RI akan disampaikan pada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Rembang Tahun 2021.

Bupati menjelaskan pihaknya menyadari bahwa berbagai capaian tersebut belum sepenuhnya berhasil, masih terdapat kekurangan dan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan dan aspirasi semua pihak. Namun demikian pihaknya bersyukur, bahwa Kabupaten Rembang masih dapat melaksanakan agenda penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan dalam situasi kondusif.(Msd/Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…