REMBANG – Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz terus mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial (Medsos). Mengingat banyak permasalahan atau kasus yang membuat pengguna medsos harus tersangkut dengan tindak pidana bahkan sampai dipenjara. Untuk itu perlu ada upaya langkah serta
tindakan mawas diri agar tidak terjerumus ke dalamnya.

Hal tersebut disampaikan oleh pejabat publik itu karena viralnya unggahan konten kekerasan yang marak di media sosial hingga komentar yang tidak pantas dan rawan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Hafidz apa yang terlihat di media sosial belum tentu merepresentasikan dari keadaan atau kejadian yang sesungguhnya. Sehingga masyarakat perlu menyaring, memilah dan memilih konten dan informasi yang ada. Bijak dalam bermedsos menjadi kunci sangat penting dalam bermedia sosial.

“Letupan kecil itu biasa lah, jangan sampai dijadikan bahwa seolah seperti komentar di internet. Rembang ambyar Rembang semakin tidak jelas, tapi kenyataannya itu tidak seperti itulah. Kita semakin kuat semakin solid. Di medsos itu hanya letupan kecil saja,” kata Hafidz.

Bupati menambahkan, salah satunya seperti kasus selisih paham pada momentum gerak jalan, belum lama ini. Ia sudah meminta pada dinas terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan itu. Dan pada kejadian ini ia berpendapat tidak ada muatan yang berlebihan dalam peristiwa itu.

Pihak forkompimcam kata Hafidz sudah turun tangan agar masalah tersebut segera rampung. Selain itu, ia meminta kejadian seperti itu agar tidak dipolitisasi.

“Itu pasti selesai nanti kita dorong dinas terkait. Namanya anak, mungkin ada salah paham yang tidak terselesaikan akhirnya diluapkan pada saat momen – momen gerak jalan itu. Saya kira tidak ada muatan yang berlebihan. Saya harap jangan dipolitisir,” tuturnya.

Bupati berharap agar ketika mendapatkan informasi dari medsos supaya disaring dulu kebenarannya jangan asal sharing atau membagikan. Sehingga tidak terjadi fitnah.(Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Tahun 2023 Ini Program Transmigrasi Masih Terbuka

Program pemerataan penduduk transmigrasi masih membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi…

SMK dan Ponpes Arrohmaniyah milik Bupati Rembang, dilaunching

  Di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, kini telah berdiri Sekolah Boarding School…

Gelombang Tinggi, Nelayan Pulang Dengan Tangan Hampa

REMBANG – Tingginya gelombang laut di pesisir utara Kabupaten Rembang membuat nelayan…

Pemkab siapkan perda SMP SMA bisa baca Quran

  PAMOTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, saat ini, telah menyiapkan Rancangan…