SULANG – Sudah dua tahun ini dunia sibuk dengan pandemi COVID-19. Penyakit yang bermula dari Wuhan China ini mengajarkan kita bahwa di setiap ada kesusahan pasti ada peluang baru untuk bertahan dan kembali bangkit.

Gabungan Kelompok Mugi Barokah di Desa Karangharjo, Kecamatan Sulang Rembang merupakan contoh nyata kelompok tani yang sukses menjawab tantangan akan kebutuhan tani dengan metode tanam berkelanjutan.

Selain mereka sukses mengaplikasikan metode organik dalam tanaman padi, mereka juga mampu menciptakan peluang bisnis baru melalui pembuatan pupuk organik. Manfaat pupuk organik memang bukan kabar burung semata. Ini dialami langsung oleh Jawahir (48) yang beralih menggunakan pupuk organik beberapa tahun silam.

Dia menceritakan salah satu hal yang membuat dia kepincut dan tidak mau pindah ke lain hati dari menggunakan pupuk organik adalah khasiatnya membuat tanaman padi lebih kuat terhadap hama.
Selain itu bahan pupuk organik mudah didapat karena hanya mengandalkan bahan dasar kotoran sapi baik padat maupun cair.

“Untuk bahan dasar dari tempat saya yang memang yang melimpah urine sapi, jadi memanfaatkan dari urine sapi dan memanfaatkan tanaman lain sebagai tambahan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk pupuk cair ciptaannya dibuat dicampur dengan daun-daun lain sebagai pestisida alami bagi tanaman.

“Untuk kotoran sapi itu ada dua macam, ada padat sudah saya buat untuk padatnya (POP) dan cair kita buat untuk cair (POC). Semua limbah sudah saya gunakan semua sudah kita produksi dan digunakan oleh petani di Rembang,” bebernya.

Selain digunakan sendiri pupuk hasil produksi kelompok tani satu ini juga dijual kepada para petani yang membutuhkan. Mereka menjual pupuk organic dalam bentuk padat dan cair.
Setiap satu liter pupuk cair dari urine sapi dijual dengan harga Rp 25 ribu. Sedangkan pupuk organik padat setiap 10 kilogram. Selain pesanan dalam kota, kelompok tani yang sudah menggeluti pupuk organik ini mendapatkan pesanan dari luar Kabupaten Rembang.(Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…