REMBANG – Mungkin warga yang biasa menyaksikan pertandingan Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) Rembang, akan merasakan sedikit perbedaan pada lapangan stadion Krida Rembang sebelumnya dibanding pada pertandingan perdana melawan Persatuan Sepakbola Demak (PSD) Demak minggu kemarin.

Sekarang rumput stadion Krida Rembang terlihat lebih lebat , hijau dan indah. Serta lapangannya sendiri tidak lagi keras, tapi sudah empuk, karena berlapis pasir.

Jum’at (30/9) Radio CBFM berkesempatan mendatangi langsung ke stadion Krida Rembang pada pukul 9.00 waktu setempat.

Saat kami masuk ke dalam stadion Krida, nampak dua tandon air yang terbuat dari terpal ditempatkan sebelah utara dan selatan. Setiap satu tandon air ukurannya diperkirakan 20 ribu liter.

Saat kami datang ada sekitar 7 orang yang sedang berada di tengah lapangan. Dua orang sedang menyiram rumput dengan menggunakan pompa diesel, mengecat garis lapangan, dan sisanya melakukan pemupukan.

Salah satu perkerja yang ada di stadion Krida Rembang, Huda mengatakan, dia berada di Rembang sejak awal bulan September 2022 ini. Dia khusus didatangkan dari Malang hanya untuk menumbuhkan rumput stadion yang sudah lama tidak terawat.

Dia datang ke Rembang bersama dengan 7 orang rekan kerjanya. Setiap pagi dan sore rumput stadion Krida disiram. Hasilnya pada pertandingan pertama melawan PSD Demak, stadion sudah siap digunakan.

“Saya didatangkan dari Malang mas, untuk menumbuhkan rumput yang lama tidak dirawat. Kita siram pagi dan sore, kita pupuk juga,” jelas Huda disela – sela menyiram rumput.

Untuk sekali siram, satu lapangan kata Huda idealnya membutuhkan air sekitar 80 ribu sampai 100 ribu liter. Jika sehari dua kali maka kebutuhan air untuk merawat rumput lapangan agar tetap hijau membutuhkan sekitar 200 ribu liter air perhari.

“Awal saya datang ke sini masih sulit air, kemudian pengurus buat sumur bor di stadion, airnya bagus mencukupi untuk menyiram air,” tambahnya.

Setiap empat hari sekali, rumput lapangan stadion Krida Rembang dipupuk dengan menggunakan pupuk kimia urea dan pupuk tanaman. Jumlahnya setiap kali melakukan pemupukan sekitar 4 kwintal.

“Kalau pupuk sama seperti digunakan itu urea,” tambahnya.

Pemuda yang sudah malang melintang merawat rumput stadion di sejumlah daerah ini mengku kontraknya untuk merawat rumput stadion Krida Rembang berakhir pada tanggal 30 September 2022 ini. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

BPBD Tetap Siaga Meski Tak Ada Banjir, Alat Pendeteksi Cuaca Dipasang

REMBANG – Cuaca buruk memang menghantui hampir seluruh wilayah di Indonesia. Tak…

Hari Disabilitas Internasional, Bupati Ingatkan Perusahaan Harus Akomodir Penyandang Disabilitas

Hari Penyandang Cacat Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan…

Pemkab revitalisasi pasar tradisional

  KRAGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, optimalisasi sarana dan prasarana perdagangan…

Kerja Cepat, BKD Rembang Proses SK CPNS Sehari

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang sudah mengambil sumpah janji Calon Pegawai Negeri…