Foto dok, salah seorang guru setempat yang mengabadikan momen tim Inavis melakukan oleh TKP

REMBANG – Pihak sekolah dasar negeri Tireman harus gitit jari pada Senin pagi (14/02) setelah mendapati salah satu ruangan sekolah tersebut berantakan. Genting terbuka, plafon jebol, serta beberapa laci serta lemari tempat penyimpanan laptop dan tablet terbuka.

Ternyata sekolah tersebut usai diobok-obok maling. Satu buah laptop  baru dan tiga buah tablet berhasil digondol oleh pelaku. Diperkirakan mereka beraksi pada Minggu malam, saat suasana sedang sepi. Belakang sekolah merupakan sawah, depan jalan Pantura, sebelah kanan perkampuangan, dan sebelah kiti kantor milik PT RBSJ.

Padahal menurut guru yang mengajar di SD tersebut di dalam ruangan itu terdapat almari yang berisi 20 an iPad, pelaku hanya mengambil 3 buah saja. Sedangkan sisanya masih dibiarkan didalam almari diruangn tersebut.

Kepala sekolah setempat Kuncoro membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya pelaku beraksi masuk dan kembali keluar dengan cara membuka genting, dan menjebol plafon. Hal itu terlihat dari bekas kaki yang menimpel pada dinding tembok di ruangan kepala sekolah itu.

Pelaku memilih keluar dan masuk dari atap karena mengetahui jika sekeliling jendela dan pintu ruangan tersebut dipagar menggunakan teralis besi. Kemungkinan pelaku kesulitan untuk membuka teralis sehingga memutuskan untuk masuk dan keluar melalui jalur yang sama.

Ia menambahkan, atas kejadian tersebut pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 11 juta rupiah. Karena, laptop yang diambil merupakan asset yang baru dibeli oleh pihak sekolah.

“Itu pelaku keluar dan masuk dari jalur semula dari genting, dan menjebol plafon. Pelaku hanya mengambil satu laptop dan tiga iPad saja, padahal disana itu ada iPad 20 an unit. Kemungkinan pelaku kesulitan untuk membawa, karena dia keluar masuk lewat atap. Karena sekeliling jeldela dan pintu teralis semua,” kata Kuncoro.

Setelah insiden tersebit, pihaknya memutuskan untuk mengamankan aset yang tersisa yakni iPad, dan Laptop untuk dibawa pulang oleh para guru demi keamanan. Menurutnya meski dikunci di dalam lemari, jika pencuri sudah berhasil masuk maka akan dengan mudah dicongkel.

“Kita minta para guru yang butuh untuk dibawa pulangsaja, kalau pencuri sudah masuk pasti dicongkel mudah,” pungkasnya.

Kabid Pembinaan SD, pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Kabupaten Rembang, Nugroho Widyatmoko mengaku sudah menerima laporan kejadian itu. Ia mengaku sebelumnya bidang pembinaan SD sudah memberikan intruksi. Khususnya kepada SD-SD di Kabupaten Rembang untuk meningkatkan pengamanan aset-aset di sekolah. Diantaranya, bagi penjaga yang ada di SD melakukan patroli saat malam hari. (Asmui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Pelaku Pencabulan Jalanan Babak Belur Dihajar Warga

Warga geram dengan ulah seorang pemuda asal Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Dia…

Daftar Kejadian Bencana Alam di Kabupaten Rembang 2021

Sepanjang 2021 terjadi beberapa bencana alam yang menyambangi sejumlah wilayah di Rembang.…

Tidak Ada Tanda Kekerasan Pada Tahanan Asal Jakarta Yang Meninggal di Rutan Rembang

Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rembang menegaskan tidak ada tanda kekerasan…

Truk Rem Blong di Turunan Lampu Merah di Balikpapan Ternyata Pernah Terjadi di Rembang

Masih dijumpai truk bersumbu besar melintas angkutan barang melintas di jalan dalam…