Puluhan emak-emak korban arisan bodong berbondong-bondong melapor Polres
Rembang, Senin (30/5). Para emak-emak tersebut berjalan dari pintu masuk sambil membentangkan baner bergambarkan foto perempuan yang diduga pelaku penipuan.

Salah satu korban, Reni Wijayanti mengaku telah dirugikan oleh pengelola arisan berinisial F hingga Rp. 50 juta. Awalnya ia diiming-imingi akan dapat keuntungan pasti pada waktu yang telah ditentukan jika mau membeli slot arisan.

Namun, setelah dirinya membeli beberapa slot arisan, uang yang seharusnya ia dapatkan ternyata hingga sekarang tanpa kejelasan. Hal serupa juga dialami oleh puluhan emak-emak yang saat ini mencoba menempuh jalur hukum untuk mendapatkan uang mereka kembali.

“Saya ikut cr yang Rp. 100 juta, Rp. 50 juta, sama Rp. 20 juta. Pokoknya kerugian saya sekitar Rp. 50 juta, saya belum pernah dapat arisan. Harusnya Maret sama Februari yang Rp. 100 juta sama Rp. 50 juta, yang Rp. 20 juta Desember. Tapi sampai sekarang belum dapet apa-apa, ” bebernya.

Reni dan teman-temannya telah berupaya untuk menanyakan kejelasan uang arisan kepada pengelola. Namun yang keluar hanya janji-janji tanpa ada kepastian hingga nomor ponselnya diblokir oleh pengelola berinisial F yang saat ini menjadi calon tersangka.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP. Hery Dwi Utomo mengungkapkan, sebelumnya sudah ada dua korban yang melapor dengan kasus dan pelaku yang sama. Bahkan kerugian dua orang pelapor tersebut jika ditotal mencapai Rp. 400 juta.

Dikatakannya modus yang dilakukan pelaku adalah menjual slot arisan kepada korban dengan iming-iming akan mendapat keuntungan yang pasti. Namun pada waktu yang sudah dijanjikan, hasil arisan tersebut tak kunjung ada kejelasan.

“Modusnya ini pelaku berinisial F bertempat tinggal di Desa Sumberjo itu menawarkan sebagai pengurus arisan. Misalkan ada slot 1 ini Minggu depan dapat Rp.10 juta kemudian dijual pelaku dengan harga Rp. 7,5 juta. Jadi yang beli ada keuntungan Rp. 2,5 juta. Tapi sampai sekarang pembeli belum mendapatkan hasil,” terangnya.

Sebelumnya, pihaknya telah 2 kali memanggil pelaku untuk datang ke Polres Rembang namun tidak ada tanggapan. Dengan semakin banyaknya korban yang melapor, dalam waktu dekat kasus tersebut akan ditingkatkan ke tingkat penyidikan karena alat bukti yang dimiliki pihak kepolisian sudah cukup.(Dari Rembang Rendy melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…