Pemerintah Kabupaten Rembang di tahun 2022 ini telah diinstruksikan pemerintah pusat untuk melakukan pemotongan anggaran dalam rangka penanganan Covid-19. Awal tahun ini, sudah ada pemangkasan sekitar Rp 1,3 miliar.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan, tahun ini Pemkab Rembang masih diingatkan oleh pemerintah pusat agar tetap memperhatikan Covid-19. Di antaranya ada pemotongan anggaran untuk membayar kegiatan pada 2021.

”Kami ada pemotongan anggaran. Januari ini ada PMK (Peraturan Menteri Keuangan) pemotongan anggaran untuk membayar kegiatan 2021,” jelasnya.

Bupati menjelaskan beberapa waktu lalu sempat ada pemotongan anggaran Rp. 800 juta. Jika ditotal, sudah ada Rp 1,3 miliar anggaran yang digunakan untuk membayar kegiatan tahun lalu.

Bupati mengungkapkan sebelum ada pencabutan masa darurat, pemkab masih perlu untuk memikirkan anggaran untuk penanganan Covid-19.

Sebelumnya, di tahun 2021 Pemkab juga mempersiapkan anggaran penanganan Covid-19 melalui refocusing dari dana alokasi umum (DAU) senilai Rp 80 miliar. Hal ini diperuntukkan bagi penanganan Covid-19. Selain itu, pemkab juga diminta untuk membayar insentif tenaga kesehatan (nakes) yang belum terbayarkan oleh pemerintah pusat.(Dari Rembang Masudi melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…