Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengembalikan 1.475 anak ke bangku sekolah. Saat ini wilayah kerja tim Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (Gaspol 12) diperluas ke enam kecamatan. Hingga bulan ini tercatat ada 179 anak yang kembali mengenyam pendidikan.

Person In Charge (PIC) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Abdul Baasitd menyampaikan, pada 2021, Pemkab sudah melaksanakan pilot project Gaspol 12 di empat desa, yakni Sridadi, Jeruk, Sidorejo, dan Mojosari. Saat itu, melalui program ini, sudah bisa mengembalikan 28 anak tidak sekolah.

”Masih 33, karena mereka (anak tidak sekolah) menginginkan kembali ke sekolah formal. Tahun ini sudah bisa dikembalikan,” ujarnya.

Melihat capaian tersebut, Pemkab kembali melaksanakan program memperluas wilayah. Saat ini ada 132 desa di enam kecamatan yang akan disasar. Yakni Kecamatan Sarang, Sedan, Kragan, Pancur, Pamotan, dan Sumber. Wilayah tersebut dipilih karena lima diantaranya masuk dalam penanganan kemiskinan ekstrem.

”Karena ada korelasinya antara kemiskinan dengan lama pendidikan anak,” imbuhnya.

Sehingga, diharapkan melalui program ini, kemiskinan juga bisa terentaskan. Pihaknya sudah melakukan pendataan melalui aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM). Sudah tercatat 44 ribu KK, yang memiliki anak tidak sekolah. Dengan rentan usia 7-18 tahun.

”Ada 140 ribu jiwa. Di pendataan ini, kami temukan ada 1.475 anak tidak sekolah,” jelasnya.

Beberapa faktornya dikarenakan ada anak yang sudah menikah, bekerja, kondisi keluarga, dan anak-anak yang tidak sekolah karena ijazahnya masih tertahan di sekolah asal. Beberapa waktu lalu, Abdul Baasitd bercerita, tim Gaspol 12 juga sudah menyerahkan ijazah seorang anak dari desa Wuwur yang sebelumnya tertahan di salah satu sekolah yang ada di Jakarta.

”Karena kondisi ekonomi keluarga, tidak bisa membayar, sehingga dia tidak bisa sekolah selama dua tahun ini (karena ijazah masih ditahan),” ujarnya.

Dari pendataan tersebut, tahun ini sudah ada 179 anak yang sudah kembali ke sekolah. Baik itu formal maupun kejar paket. Tim Gaspol 12 tidak hanya mengajak, tetapi memfasilitasi dengan cara menjemput bola, kemudian mendaftarkan anak tersebut ke sekolah.(Dari Rembang Rendy Teguh Wibowo melaporkan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Gus Wabup : Rembang Jadi Etalase NU

Wakil Bupati Rembang H M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) meminta kader…

Wabup Minta Sekretariat DPRD Optimalkan Publikasi Kerja Anggota Dewan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mempunyai tugas besar untuk mengatasi…

Drupoh, Tradisi Unik Saat Panen Duku Woro

Desa Woro Kecamatan Kragan terkenal dengan buah dukunya atau masyarakat biasa menyebutnya…

Gus Hanies: Bangunan Gedung Harus Ramah Difabel

Pemerintah Kabupaten Rembang berupaya membuat akses ramah difabel saat membangun gedung. Hal…