11 Kecamatan Masuk Titik Rawan, BPBD Lakukan Sejumlah Langkah

REMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang sudah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masuk kategori rawan bencana banjir, maupun longsor. Langkah tersebut diambil seiring datangnya musim hujan.

Tercatat, dari 14 kecamatan yang ada, 11 di antaranya masuk kategori rawan bencana saat musim hujan tiba.

Dengan kategori, 8 kecamatan masuk kategori rawan banjir, serta 7 kecamatan masuk kategori rawan longsor. Sebagian kecamatan masuk dua kategori tersebut.

Kecamatan yang rawan banjir meliputi Kecamatan Lasem, Pancur, Sedan, Kaliori, Sumber, Pamotan, Sulang dan Kecamatan Sale.

Sedangkan kecamatan yang rawan longsor ialah Kecamatan Lasem, Pancur, Sedan, Kragan, Sale, Gunem dan Sluke.

Kepala BPBD Rembang, Sri Jarwati melalui Kabid. Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Risangsoko mengatakan, untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan pihaknya melakukan sejumlah langkah.

Pertama ialah normalisasi terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngepang di Kecamatan Sarang. DAS ini meliputi 5 desa yaitu, Jambangan, Nglojo, Gonggang, Sumbermulyo dan Gunungmulyo.

BPBD juga melakukan normalisasi terhadap DAS Randugunting yang meliputi wilayah Kecamatan Kaliori Maguan, Meteseh, dan Wiroto, serta Kecamatan Sumber adalah Jatihadi.

“Kita sudah melakukan normalisasi, ada di Sarang, dan wilayah Kecamatan Kaliori dan Sumber,” jelasnya.

Data dari BPBD, 14 desa yang masuk kategori rawan banjir paling parah adalah Desa Pengkol (Kaliori). Kemudian di Kecamatan Rembang ada Desa Tireman, Gedangan, Sridadi, Mondoteko dan Desa Kedungrejo.

Untuk Kecamatan Sulang adalah Landoh. Kemudian disusul Kecamatan Pamotan dalah Desa Pamotan. Di Kecamatan Sarang Desa Kalipang, Gonggang, Karangmangu, Bajingjowo, Bajingmeduro dan Desa Sumbermulyo masuk dalam daftar rawan banjir BPBD.(Asmui/Msd/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *