1.090 orang berangkat haji tahun ini

REMBANG – 1.090 orang warga Rembang, dimungkinkan akan berangkat menunaikan haji, pada tahun 2024 ini. Pasalnya, mereka telah melunasi Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji, di Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala Kemenag Rembang, Moh Mukhson mengatakan jumlah total 1.080 orang Calon Jamaah Haji (CJH) ditambah 1 orang petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan 9 orang Petugas Haji Daerah. 

“Adapun jamaah haji tertua pada tahun 2024 ini , bernama Sunarsojo Palidin alamatnya Tlogotunggal Kecamatan Sumber berusia 91 tahun. Untuk jamaah termuda atas nama Fatma Aulia Rikza, dengan usia 19 tahun alamatnya Soditan Lasem” imbuhnya.

Selain itu, menurut Kepala Kemenag ada 19 orang dinyatakan calon haji cadangan. Pasalnya, calon haji bersangkutan sudah melunasi BIPIH. Harapannya jika berangkat tahun ini semoga dimudahkan Allah. Namun jika berangkat tahun depan semoga diberi kesabaran.

Ia menyebutkan para calon jamaah haji tersebut nantinya akan berangkat secara berbeda. Pasalnya, dibagi dalam 5 Kelompok Terbang (Kloter). Kloter 80 ada 20 CJH yang bergabung dengan Kabupaten Pati, Kloter 81 ada 170 CJH yang bergabung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kloter 84 ada 181 CJH bergabung dengan Blora.

Sedangkan Kloter 82 dan Kloter 83 sebanyak 352 CJH semuanya berasal dari Kabupaten Rembang.

Mukhson menerangkan untuk memperlancar para CJH dalam menunaikan rukun Islam ke-5 itu, Kemenag Rembang menggelar manasik haji dilaksanakan pada 22 hingga 30 April 2024.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz berpesan kepada para CJH agar tidak menjaga ego masing masing dan menjaga kerukunan antar CJH. Karena pada hakekatnya semua CJH di hadapan Allah dalam keadaan sama.

“Yang muda jangan merasa lebih kuat mudanya. Yang tua jangan merasa resah dengan keluhannya. Pada hakekatnya punya pengalaman banyak, yang muda lebih kuat yang tua. Yang di awal dia sehat, mungkin agak sombong sedikit, sakit. Yang awalnya tidak kuat, akhirnya kuat. Biasa begitu” ujarnya.

Bupati juga berpesan kepada pasangan suami istri yang berangkat bersama supaya menahan nafsu amarah. Karena di sana banyak godaan untuk bertengkar.

Dicontohkannya ketika istri tertinggal masuk ke asrama, maka ketika sampai di asrama istrinya memarahi suaminya karena tidak mau menunggu.

Salah satu CJH, Fatma Aulia Rikza mengakui keberangkatannya pada haji tahun ini menggantikan ibunya, Siti Zahro yang telah meninggal pada 2021 lalu.

“Ayah berangkat tahun 2023. Seharusnya bareng. Cuma gara-gara umurnya belum cukup. 17 tahun, berangkatnya baru tahun ini” tandasnya.

CJH lainnya, Sunar Sojo Palidin mengungkapkan untuk menjadi tamunya Allah dirinya harus menunggu puluhan tahun.

“Sebenarnya tahun 2023 berangkat. Saya batalkan. Karena hanya saya saja. Tidak bersama istri” bebernya.

Dirinya berangkat bersama istri, anak pertama dan menantunya.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *