1.036 botol miras hasil sitaan dimusnahkan

REMBANG – 1.036 botol Minuman Keras (Miras) hasil sitaan dimusnahkan. Kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu dilakukan di halaman kantor setempat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, Sulistyono mengatakan dilaksanakan pemusnahan itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Satpol PP, HUT ke-62 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sekaligus menjelang Bulan Suci Ramadhan.

“Sebenarnya ini momen yang terbaik. Momen yang terbaik,” imbuhnya.

Ia menjelaskan minuman beralkohol adalah hasil dari operasi penegakan perda Satpol PP Kabupaten Rembang mulai tahun 2022 sampai dengan 2024.

Minuman beralkohol itu disita menurut Sulistyono karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2019 tentang ketertiban umum.

Dimana Pelanggaran tersebut diselesaikan melalui sanksi administratif.

Sulistyono mengungkapkan dalam bekerja timnya melakukan tugas secara humanis persuasif. Dimana pemberian sanksi yang diberikan itu dimulai dari sanksi pembinaan berupa surat pernyataan, teguran dan disegel. Apabila masih bandel maka Satpol PP menggunakan alternatif terakhir berupa pemberian sanksi terberat berupa Tindak Pidana Ringan.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat menjadi pembina apel membaca sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian menyampaikan di Pasal 255 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Satpol PP memiliki peran yang besar dalam memelihara dan menyelenggarakan ketertiban umum, perlindungan masyarakat serta menegakkan Peraturan Daerah. Hal ini tentunya memberi makna bahwa Satpol PP sebagai perangkat di daerah mempunyai andil besar dalam menciptakan situasi dan kondisi yang tenteram, tertib dan teratur sesuai dengan kewenangannya dalam penegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.

“Peran strategis Satpol PP dalam menciptakan situasi yang kondusif telah dibuktikan pada saat pelaksanaan tahapan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu. Satpol PP menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemilu melalui penertiban Alat Peraga Kampanye (APK), Distribusi Logistik dan hal teknis pendukung lainnya,” ujarnya.

Bupati menerangkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 2017, peran penting Satlinmas dalam tahapan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif, antara lain menempatkan petugas keamanan, ketenteraman dan ketertiban di setiap TPS berasal dari Satlinmas sebanyak 2 (dua) personil, berperan di TPS pada saat pemungutan suara, dan juga berperan dalam menciptakan situasi yang kondusif di luar TPS dan di setiap tahapan pemilu, sehingga berjalan aman dan lancar.
Sehingga dengan terselenggaranya Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang lancar dan damai, Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP dan Satlinmas atas dedikasi serta kerja kerasnya dalam mendukung ketentraman serta ketertiban masyarakat pada pelaksanaan Pemilu Tahun 2024, sehingga masyarakat dapat menyalurkan aspirasi politiknya dengan aman dan tertib.

Hafidz menuturkan tugas Satpol PP dan Satlinmas belum usai. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia secara resmi telah menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil 7 Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024 yang ditetapkan pada tanggal 26 Januari 2024. Sehingga berdasarkan PKPU tersebut, Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang terdiri dari 37 Gubernur, 415 Bupati dan 93 Walikota akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Oleh sebab itu, peringatan hari ulang tahun Satpol PP dan Satlinmas Tahun 2024 ini, menurut Hafidz supaya dijadikan sebagai refleksi untuk bersikap semakin tegas namun tetap humanis, proaktif dalam mencermati kondisi dan dinamika di wilayah masing- masing dalam rangka menjaga stabilitas ketertiban umum, serta tetap konsisten menjaga citra dan wibawa penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana diamanatkan dalam Panca Wira Satya Polisi Pamong Praja. 

Orang nomor 1 di Rembang tersebut berharap anggota Satlinmas agar senantiasa proaktif melakukan pengamatan situasi dan kondisi di wilayah tempat tinggal masing-masing dalam rangka deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.(Masudi/CBFM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *